Desember 9, 2021

DOKTER INDONESIA ONLINE

The Science Of Update Physician Practice

Fibroadenoma atau Tumor Payudara, Gejala dan Penanganannya

5 min read
Spread the love

Fibroadenoma adalah tumor payudara jinak yang ditandai dengan campuran stroma dan jaringan epitel. Payudara terbuat dari lobulus (kelenjar penghasil susu) dan saluran (saluran yang membawa susu ke puting susu). Ini dikelilingi oleh jaringan kelenjar, fibrosa dan lemak. Fibroadenoma berkembang dari lobulus. Jaringan kelenjar dan saluran tumbuh di atas lobulus untuk membentuk benjolan padat. Karena kedua fibroadenoma, dan benjolan payudara sebagai tanda kanker payudara dapat tampak serupa, dianjurkan untuk melakukan analisis USG dan mungkin pengambilan sampel jaringan dengan analisis histopatologis berikutnya untuk membuat diagnosis yang tepat. Tidak seperti benjolan pada kanker payudara, fibroadenoma mudah untuk digerakkan, dengan tepi yang jelas.  Fibroadenoma kadang-kadang disebut tikus payudara atau mouse payudara karena mobilitasnya yang tinggi di payudara.

Kebanyakan benjolan pada payudara disebabkan oleh tumor jinak (tidak bersifat kanker). Fibroadenoma adalah salah satu jenis tumor jinak paling umum pada payudara yang mudah bergeser saat disentuh. Fibroadenoma memiliki bentuk teratur padat dengan konsistensi kenyal ataupun keras dan teraba permukaannya licin.

Fibroadenoma bisa membesar dan mengecil dengan sendirinya serta memiliki ukuran yang cukup variatif. Pada masa kehamilan, biasanya ukuran fibroadenoma akan membesar. Pengidap tumor jinak jenis ini biasanya wanita yang berusia antara 20 sampai 30 tahun.

TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala
Fibroadenoma adalah tumor payudara yang jinak (tidak berbahaya), paling sering ditemukan pada wanita berusia 20-an dan 30-an. [4] Secara klinis, fibroadenoma biasanya benjolan payudara padat yaitu:

  • •Tanpa Rasa Sakit
  • Berbentuk bundar dengan tepi tumor yang jelas.
  • Mudah digerakkan ketika disentuh.
  • Benjolan yang bisa terasa kenyal atau agak keras.
  • Penderita bisa memiliki lebih dari satu fibroadenoma sekaligus dengan beragam variasi ukurannya. Namun, ada fibroadenoma dengan ukuran yang terlalu kecil (kurang lebih 8 sentimeter) untuk dirasakan memakai tangan. Fibrodenoma jenis ini hanya bisa terlihat melalui USG atau mammografi.
  • Orang-orang yang memiliki fibroadenoma jinak memiliki risiko sedikit lebih tinggi terkena kanker payudara yang ganas (berbahaya).  Fibroadenoma kompleks dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Pada payudara laki-laki, tumor fibroepithelial sangat jarang, dan sebagian besar adalah tumor phyllodes. Laporan kasus yang sangat jarang ada fibroadenoma di payudara pria, namun kasus ini mungkin terkait dengan pengobatan antiandrogen.

Penyebab

  • Hingga kini, perkembangan fibroadenoma seringkali dikaitkan dengan hormon reporduksi, namun penyebab munculnya fibroadenoma belum diketahui secara pasti oleh para dokter. Beberapa pendapat mengatakan bahwa fibroadenoma adalah respon tidak normal tubuh wanita terhadap hormon estrogen. Ketika wanita berada dalam masa reproduksi, maka fibroadenoma ini akan lebih sering muncul.
  • Ukuran fibroanodema juga akan membesar pada masa kehamilan atau saat seseorang sedang menjalani terapi pengganti hormon. Dan akan mengecil kembali ketika tingkat hormon reproduksi menurun, seperti setelah memasuki masa menopause.

DIAGNOSIS

  • Pemeriksaan fisik apakah terdapat benjolan atau masalah lain di kedua payudara. Bergantung pada karakterisktik benjolan yang ditemui dan usia pasien
  • Ultrasonografi payudara. Dokter akan menyarankan tes ultrasound untuk wanita di bawah 40 tahun. Sebab jaringan pada payudara wanita di bawah 40 tahun yang lebih padat membuat hasil uji mammografi sulit dianalisa dokter. Dari hasil ujian ini memungkinkan dokter menganalisa apakah benjolan pada payudara berisi cairan atau padat.
  • Mammografi. Dokter akan menganalisis gambar fibroadenoma pada jaringan payudara pasien yang diambil dengan menggunakan sinar X. Tes ini lebih efektif pada wanita berusia 40 tahun ke atas.
  • Biopsi. Jika benjolan tidak bisa didiagnosis pasti dengan mammografi dan ultrasound, maka dokter akan menyarankan tes biopsi payudara. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam benjolan untuk dianalisa di laboratorium.
  • Bagi Anda yang mengalami fibroadenoma kompleks, risiko Anda memiliki kanker payudara akan meningkat. Fibroadenoma kompleks adalah fibroadenoma yang mengandung kista abnormal dan jaringan yang tidak tembus cahaya. Diagnosis fibroadenoma kompleks hanya bisa dilakukan melalui prosedur biopsi.

PENANGANAN

  • Fibroadenoma dapat diperkirakan menyusut secara alami sehingga sebagian besar dimonitor.  Pemantauan fibroadenoma melibatkan pemeriksaan rutin untuk memastikan bahwa massa payudara tidak tumbuh dan tidak berpotensi kanker. Pemeriksaan melibatkan pemeriksaan fisik yang dilakukan setiap 3-6 bulan dan pencitraan diagnostik opsional dilakukan setiap 6-12 bulan selama 1-2 tahun.
  • Umumnya, operasi hanya disarankan jika fibroadenoma membesar atau menyebabkan peningkatan gejala. Tumor diangkat dengan margin kecil dari jaringan payudara normal jika penyelidikan klinis pra operasi menunjukkan perlunya prosedur ini. Sejumlah kecil jaringan normal harus dihilangkan jika lesi tersebut ternyata merupakan tumor phyllodes pada pemeriksaan mikroskopis.
  • Karena biopsi jarum seringkali merupakan investigasi diagnostik yang andal, beberapa dokter mungkin memutuskan untuk tidak beroperasi untuk menghilangkan lesi, dan sebagai gantinya memilih untuk tindak lanjut klinis untuk mengamati lesi dari waktu ke waktu menggunakan pemeriksaan klinis dan mamografi untuk menentukan tingkat pertumbuhan, jika ada , dari lesi. Tingkat pertumbuhan kurang dari enam belas persen per bulan pada wanita di bawah usia lima puluh tahun, dan tingkat pertumbuhan kurang dari tiga belas persen per bulan pada wanita di atas lima puluh tahun telah dipublikasikan sebagai tingkat pertumbuhan yang aman untuk perawatan non-operasi lanjutan dan pengamatan klinis.
  • Beberapa fibroadenoma merespons pengobatan dengan ormeloxifene.
  • Fibroadenoma belum terbukti berulang setelah eksisi lengkap atau berubah menjadi tumor phyllodes setelah eksisi parsial atau tidak lengkap.
  • Intervensi Bedah Non-invasif
    Ada beberapa pilihan non-invasif untuk pengobatan fibroadenoma, termasuk percutaneous radiofrequency ablation (RFA), cryoablation, dan microwave ablasi perkutan.  Dengan menggunakan pencitraan medis canggih, prosedur ini tidak memerlukan operasi invasif dan memiliki potensi untuk meningkatkan hasil kosmetik dibandingkan dengan operasi konvensional.
  • Cryoablation
    FDA menyetujui cryoablasi dari fibroadenoma sebagai alternatif yang aman, efektif, dan minim invasif untuk pengangkatan dengan pembedahan pada tahun 2001. Selama cryoablation, ultrasound imaging digunakan untuk memandu probe ke dalam massa jaringan payudara. Suhu yang sangat dingin kemudian digunakan untuk menghancurkan sel-sel abnormal, dan seiring waktu sel-sel tersebut diserap kembali ke dalam tubuh. Prosedur ini dapat dilakukan sebagai operasi rawat jalan menggunakan anestesi lokal, dan meninggalkan jaringan parut jauh lebih sedikit daripada prosedur bedah terbuka dan tidak ada deformasi jaringan payudara.
  • American Society of Breast Surgeons merekomendasikan kriteria berikut untuk menetapkan pasien sebagai kandidat cryoablation dari fibroadenoma:
    • Lesi harus terlihat secara sonografi.
    • Diagnosis fibroadenoma harus dikonfirmasi secara histologis.
    • Lesi harus berdiameter kurang dari 4 cm.

Ultrasonografi Berfokus Tinggi

  • High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) adalah teknik yang lebih baru untuk pengobatan tumor ganas dan jinak pada payudara dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam bentuk pengangkatan tumor secara radiologis lengkap.
  • Sinar ultrasonik difokuskan pada target di payudara dan menyebabkan kematian jaringan dan degradasi protein dengan menaikkan suhu di daerah itu.
  • Saat ini, penggunaan radiasi direkomendasikan dalam beberapa kasus, tetapi HIFU khususnya bukan bagian dari pedoman pengobatan.
  • Penelitian lebih lanjut tentang kegunaan HIFU, khususnya pada fibroadenoma, diperlukan sebelum penggunaan teknik yang lebih luas pada fibroadenoma.

More Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.